G
N
I
D
A
O
L

Pelantikan MWC NU Gondanglegi 2026–2031, Gus Hamim Support Kemandirian Ekonomi dan Inovasi Program Keagamaan

MALANG – Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gondanglegi, Pengurus Lembaga MWC NU Gondanglegi, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Gondanglegi, serta Takmir Masjid An-Nahdl​​oh masa khidmah 2026–2031 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut digelar di Pondok Modern Al Rifa’ie 2, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Ahad (23/08/2026). Momentum pelantikan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi NU hingga tingkat ranting sekaligus meningkatkan peran NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Malang, Camat Gondanglegi, para kepala desa se-Kecamatan Gondanglegi, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, KH. Muhammad Hamim Kholili atau yang akrab disapa Gus Hamim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Menurutnya, kepengurusan MWC NU dan ranting memiliki peran strategis dalam menjalankan program organisasi sekaligus menjadi penggerak kegiatan NU di tengah masyarakat.

Gus Hamim berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat segera menyusun dan menjalankan program kerja secara maksimal. Terlebih, menurutnya, MWC NU Gondanglegi memasuki periode kedua sehingga pengalaman kepengurusan sebelumnya dapat menjadi modal untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Kita harapkan MWC ini, karena sudah memasuki periode kedua, bisa meningkatkan kinerja lagi dalam program-program kerja yang akan dibuat,” ujar Gus Hamim.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara NU dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan pemerintah daerah dan NU dapat saling menguatkan dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hamim juga menyinggung dinamika organisasi menjelang agenda besar NU, termasuk persiapan menuju Musyawarah Wilayah (MW) maupun agenda organisasi di tingkat yang lebih tinggi. Ia berharap seluruh tahapan persidangan dan tata tertib dapat berjalan lancar sehingga proses organisasi dapat menghasilkan kepemimpinan terbaik.

“Yang penting nanti dalam pleno pertama tata tertib itu bisa berjalan lancar, karena itu menjadi pintu masuk. Kalau ini sudah berjalan dengan baik, mudah-mudahan seluruh proses berikutnya juga bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Terkait proses pemilihan kepemimpinan, Gus Hamim menegaskan bahwa seluruh calon yang muncul harus dihormati. Ia berharap proses tersebut menghasilkan sosok terbaik berdasarkan pertimbangan yang matang.
“Yang dipilih adalah yang terbaik dari yang terbaik. Kita akan melakukan ikhtiar dan istikharah,” katanya.

Gus Hamim juga berharap semakin banyak kader NU yang berani tampil dan mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk dalam pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Menurutnya, kaderisasi menjadi bagian penting agar para kader tidak hanya memiliki identitas sebagai warga NU, tetapi juga memahami nilai-nilai, tradisi, visi dan perjuangan Nahdlatul Ulama secara lebih menyeluruh.

Ia mencontohkan bahwa siapa pun yang nantinya menjadi bagian dari proses kepemimpinan di daerah diharapkan memahami NU melalui proses pengkaderan.

“Kalau sudah ikut pengkaderan, NU-nya akan semakin kuat. Karena kalau belum mengikuti pengkaderan, tentu belum mengetahui NU secara menyeluruh,” ungkapnya.

Gus Hamim menambahkan, proses kaderisasi tidak hanya diperuntukkan bagi kader yang akan menduduki jabatan tertentu. Kaderisasi diperlukan untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an sekaligus membangun sumber daya manusia yang mampu membawa nilai-nilai NU dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Selain penguatan organisasi, Gus Hamim menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat. NU Kabupaten Malang, kata dia, memiliki Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) yang dapat menjadi wadah untuk mengembangkan sektor ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, perkembangan ekonomi di era sekarang membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pelaku UMKM, pengusaha, organisasi, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya.

“Kita punya LPNU, Lembaga Perekonomian NU. Di dalamnya juga ada UMKM dan pengusaha-pengusaha. Zaman sekarang ekonomi itu harus kolaborasi dan sinergi. Tidak ada orang besar dalam ekonomi tanpa kolaborasi,” tutur Gus Hamim.

Ia menilai salah satu tantangan yang perlu diperkuat adalah pemasaran produk-produk UMKM. Karena itu, NU terus berupaya merajut kerja sama dengan berbagai pihak agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Bagaimana nanti UMKM bisa memasarkan produk-produknya, ini juga harus difasilitasi dengan pengusaha-pengusaha besar atau organisasi yang memang bergerak di bidang marketing. Ini yang masih terus kita rajut,” ujarnya.

Pelantikan pengurus MWC NU Gondanglegi beserta lembaga dan ranting NU se-Kecamatan Gondanglegi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga Nahdliyin, keberadaan NU di tingkat kecamatan hingga ranting diharapkan semakin kuat.

Pelantikan Takmir Masjid An-Nahdloh masa khidmah 2026–2031 juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Momentum pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan NU sebagai organisasi yang terus hadir di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persaudaraan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan umat.

Dengan kepengurusan baru masa khidmah 2026–2031, MWC NU Gondanglegi diharapkan semakin solid, aktif dan mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Gondanglegi dan Kabupaten Malang secara luas.

Sumber : https://kabarpojokdunia.com/uncategorized/pelantikan-mwc-nu-gondanglegi-masa-khidmah-2026-2031-gus-hamim-dorong-penguatan-organisasi-dan-ekonomi-umat/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *